ALIH BAHASA/TRANSLATE

Selasa, 14 Januari 2020

PERINTAHKAN ANAK ANAK KALIAN SHOLAT

loading...


Perintah Kepada Anak-anak Untuk Mendirikan Shalat

عن عبد الله بن عمر رضي الله عنه قال، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:
مُرُوْا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِيْنَ ، وَاضْرِبُوْهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرِ سِنِيْنَ ، وَفَرِّقُوْا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu anhu , ia berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
*Suruhlah anak kalian shalat ketika berumur tujuh tahun. Dan pukullah mereka ketika berusia sepuluh tahun (jika mereka meninggalkan shalat). Dan pisahkanlah tempat tidur mereka (antara anak laki-laki dan anak perempuan).
[Hadits ini hasan. Diriwayatkan oleh Abu Dawud, no. 495; Ahmad, II/180, 187; Al-Hakim, I/197]

Pelajaran yang terdapat di dalam hadits:

1. Setiap kepala rumah tangga bertanggung jawab atas orang-orang yang ada dalam rumah tangganya.

2. Setiap orang tua wajib menjaga diri dan keluarganya dari api neraka.

3. Setiap orang tua wajib mendidik istri dan anak-anaknya di atas agama Islam yang benar.

4. Pertama kali yang wajib diajarkan kepada istri dan anak-anak adalah tentang tauhid, mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allâh saja.

5. Wajib bagi orang tua mengajarkan keluarga dan anak-anaknya tentang wudhu dan shalat.

6. Orang tua wajib memerintahkan anak-anaknya shalat ketika mereka berumur tujuh tahun walau belum wajib bagi mereka.

7. Pentingnya masalah tauhid dan shalat.

8. Boleh memukul anak bila ia tidak mau shalat, tetapi dengan pukulan yang mendidik dan tidak melukai.

9. Umur tamyîz (mulai berpikir dan bisa membedakan antara baik dan buruk) adalah umur tujuh tahun, sedangkan pubertas (mulai beranjak baligh) dimulai umur sepuluh tahun.

10. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam membedakan antara umur tujuh tahun dan sepuluh tahun, agar para pendidik memperhatikan fase-fase pendidikan anak.

11. Orang tua wajib melindungi anak-anak mereka dari hal-hal yang menimbulkan fitnah dalam rumah tangga.

12. Orang tua wajib memisahkan tempat tidur anak laki-laki dan perempuan.

Tema hadist yang berkaitan dengan Al Qur'an:

1. Perintahkanlah istri, anak-anak, dan anggota keluarga yang ada di rumah kita untuk mengerjakan shalat wajib yang lima waktu sehari semalam dan bersabarlah dalam menyuruh mereka melakukannya.

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mengerjakan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberikan rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang-orang yang bertakwa.[Thâhâ/20:132]

2. Allâh Azza wa Jalla telah mengingatkan tentang generasi mendatang sepeninggal orang-orang yang taat* dalam firman-Nya:

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا

Maka datanglah sesudah mereka pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.[Maryam/19:59]


MARI BERBAGI PAHALA DENGAN MENG-SHARE POSTINGAN DI BLOG KAMI INI DAN SEMOGA KITA SEMUA MENDAPATKAN PAHALA YANG SAMA, INSHAALLAH,

... AAMIIN ...



Senin, 13 Januari 2020

BEBERAPA AMALAN MUDAH JAMINAN RUMAH DISURGA

loading...





BEBERAPA AMALAN YANG MUDAH TAPI GANJARANNYA ADALAH AKAN DIBANGUNKAN BAGINYA RUMAH DI SURGA

1. Menutup celah dishaf-shaf shalat.

Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha;
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:


من سد فرجة بنى الله له بيتا في الجنة ورفعه بها درجة.

"Barangsiapa yang menutup celah maka Allah akan bangunkan baginya rumah disurga dan akan mengangkat derajatnya."

HR. Ibnu Majah (3/313) dan dishahihkan oleh Asy Syeikh Al Albani dalam Ash Shahihah (4/514).

2. Mengunjungi orang sakit dan menjenguk saudara seiman.

Dari Abu Hurairah radhiyallohu 'anhu berkata;
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

ﻣَﻦْ ﻋَﺎﺩَ ﻣَﺮِﻳﻀًﺎ ﺃَﻭْ ﺯَﺍﺭَ ﺃَﺧًﺎ ﻟَﻪُ ﻓِﻲ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻧَﺎﺩَﺍﻩُ ﻣُﻨَﺎﺩٍ : ﺃَﻥْ ﻃِﺒْﺖَ ﻭَﻃَﺎﺏَ ﻣَﻤْﺸَﺎﻙَ ﻭَﺗَﺒَﻮَّﺃْﺕَ ﻣِﻦْ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻣَﻨْﺰِﻻ

"Barangsiapa yang mengunjungi orang sakit atau menjenguk saudaranya karena Allah, maka akan ada yang menyeru (dari langit); sungguh engkau telah berbuat baik dan sungguh langkah engkau telah baik, dan engkau telah mempersiapkan tempat tinggal engkau disurga. "
_
HR.  At Tirmidzi (2008) dan dinyatakan shahih oleh Syaikh Al Albani di dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib (2578).


ARTIKEL TERKAIT

AYO SAUDARI SAUDARIKU BERLOMBA LOMBA KITA MENDAPATKAN SHAF TERBAIK BAGI PEREMPUAN DALAM SHOLAT BERJAMAAH


3. Menunaikan shalat sunnah rawatib.

Dari Ummu Habibah radhiyallahu anha berkata;
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam:

ما من عبد مسلم توضأ فأسبغ الوضوء ثم صلى لله في كل يوم ثنتي عشرة ركعة تطوعا غير فريضة إلا بنى الله له بيتا في الجنة.

"Tidaklah seorang hamba Muslim berwudhu lalu menyempurnakan wudhunya, lalu menegakkan shalat pada setiap harinya sebanyak dua belas rakaat sunnah bukan yang wajib, kecuali Allah akan bangunkan baginya sebuah rumah disurga."

HR. Muslim.

4. Membangun masjid.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

من بنى لله مسجدا بنى الله له بيتا في الجنة.

"Barangsiapa yang membangunkan bagi Allah sebuah masjid, maka Allah akan bangunkan baginya sebuah rumah disurga."

Muttafaqun 'alaih.

5. Membaca surah Al Ikhlas sebanyak sepuluh kali.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

من قرأ { قل هو الله أحد } عشر مرات ؛ بنى الله له بيتا في الجنة.

️"Barangsiapa yang membaca  {Qul Huwallohu Ahad} sebanyak sepuluh kali, maka Allah akan bangunkan baginya sebuah rumah disurga. "
_
HR. Ahmad (3/437).

6. Membaca doa ketika masuk pasar.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

من دخل السوق فقال : {لا إله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد يحيي ويميت وهو حي لا يموت بيده الخير وهو على كل شيء قدير} كتب الله له ألف ألف حسنة ، ومحا عنه ألف ألف سيئة ، ورفع له ألف ألف درجة ، وبنى له بيتا في الجنة.

"Barangsiapa yang masuk kepasar, lalu mengucapkan; {Laa Ilaaha Illallohu Wahdahu Laa Syariikalahu Lahul Mulku Walahul Hamdu Yuhyi Wa Yumitu Wahuwa Hayyun Laa Yamutu Biyadihil Khoir Wahuwa 'Ala Kulli Syai'in Qadiir}, maka Allah akan tuliskan baginya sejuta kebaikan, dan akan angkat derajatnya sejuta derajat, serta akan dibangunkan baginya rumah disurga."
____
HR. At Tirmidzi (3428)


BACA JUGA ARTIKEL INI

BACAAN DZIKIR SETELAH SHOLAT YANG SESUAI BERDASARKAN HADIST HADIST SHAHIH


7. Meninggalkan debat walaupun di pihak yang benar.

8. Meninggalkan dusta walaupun bercanda.

9. Berakhlak yang baik.

Dari Abu Umamah radhiyallahu 'anhu berkata; Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

أنا زعيم ببيت في ربض الجنة لمن ترك المراء وإن كان محقا ، وببيت في وسط الجنة لمن ترك الكذب وإن كان مازحا ، وببيت في أعلى الجنة لمن حسن خلقه.

"Aku menjamin sebuah rumah disurga bagian bawah bagi seorang yang meninggalkan perdebatan walaupun dipihak yang benar, dan rumah di bagian tengah surga bagi seorang yang meninggalkan dusta walaupun bercanda, dan rumah di bagian atas surga bagi seorang yang baik akhlaknya."
___
HR. Abu Daud (4800) dan dihasankan oleh Asy Syeikh Al Albani dalam Shahihul Jami' (1464)


10. Memuji dan ber istirja' ketika meninggalnya anak.

Dari Abu Musa Al As'ary radhiyallohu 'anhu berkata:
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

إذا مات ولد الرجل يقول الله تعالى للملائكة: أقبضتم ولد عبدي ؟  فيقولون : نعم .
فيقول : أقبضتم ثمرة فؤاده ؟ فيقولون : نعم . فيقول : فماذا قال عبدي ؟ قال : حمدك واسترجع.
فيقول : ابنوا

 لعبديبيتا في الجنة وسمّوه بيت الحمد.

"Jika seorang anak hamba meninggal maka Allah akan berfirman kepada para malaikat-Nya: "Apakah engkau mencabut anak hamba-Ku?", maka mereka menjawab; "iya" lalu Allah berfirman: "Apakah engkau mencabut buah hatinya?", mereka menjawab; " iya", Allah berfirman: "Lalu apakah yang diucapkan hamba-Ku tersebut?", mereka menjawab; " ia memuji Engkau dan ber istirja' (mengucapkan Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Roji'un) ", Lalu Allah berfirman: " Bangunkanlah bagi hamba-Ku tersebut sebuah rumah disurga dan berilah nama dengan Baitu Hamd (rumah pujian)".

HR. Ahmad

11. Melakukan shalat Dhuha empat rakaat dan shalat sunnah empat rakaat sebelum Dzuhur.

Dari Abu Musa Al 'Asy'ari radhiyallahu 'anhu;
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

من صلى الضحى أربعاً وقبل الأولى أربعاً بُني له بيتٌ في الجنة.

"Barangsiapa yang shalat Dhuha empat rakaat dan sebelum ula (shalat Dzuhur) empat rakaat maka dibangunkan baginya rumah disurga."
_
HR. Ath Thabrani dalam Al Ausath (4753).

AYO BERBAGI PAHALA DENGAN MENG-SHARE POSTINGAN DI BLOG KAMI INI DAN SEMOGA KITA SEMUA MENDAPATKAN PAHALA YANG SAMA, INSHAALLAH,

... AAMIIN ...

Jumat, 10 Januari 2020

BACAAN DZIKIR YANG BENAR SESUAI SUNNAH

loading...



BACAAN DZIKIR SETELAH SHOLAT FARDHU SESUAI SUNNAH ROSULULLAH YANG SHAHIH ADALAH ;

✅ أَسْـتَغْفِرُاللهَ

✅ اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَ مِنْكَ السَّـلَامُ تَبَارَكْتَ يَاذَاالْجَلَالِ وَ الْإِكْرَامِ

“Aku memohon ampun kepada Alloh (3x). Ya Alloh, Engkau pemberi
keselamatan, dan dari-Mu keselamatan. Mahasuci Engkau, wahai Robb Pemilik keagungan dan kemuliaan” (1x) (HR. Muslim, Ahmad, Abu Daud, an-Nasai, Ibnu Khuzaemah, ad-Darimi, dan Ibnu Majah)

✅  لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ ,لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى

كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ . اَللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ  لِمَا أَعْطَيْتَ وَلاَ  مُعْطِيَ لِمَا

مَنَعْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَـدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

“Tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) melainkan hanya  Alloh Yang Mahaesa. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Ya Alloh, tidak ada yang mencegah apa yang Engkau beri dan tidak ada yang memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya (selain iman dan amal shalih). Hanya dari-Mu  kekayaan dan kemuliaan” (HR. Bukhari, Muslim,Ahmad,Ibnu Khuzaemah, ad-Darimi, Abu Daud, dan an-Nasai)

✅ لاَ إِلَهَ إِلاَ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ ,لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى

كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. لاَحَـوْلَ وَلَاقُـوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ ,لاَ إِلَهَ إِلاَ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ

إِلاَّ إِيَّاهُ ,لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ ,لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ

مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنِ وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْنَ.

“Tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) melainkan hanya  Alloh Yang Mahaesa. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dengan pertolongan) Alloh. Tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) melainkan hanya  Alloh. Kami tidak beribadah kecuali kepada-Nya. Bagi-Nya nikmat, anugerah dan pujian yang baik. Tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) melainkan hanya Alloh, dengan memurnikan ibadah hanya kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukainya“(HR. Muslim, Ahmad, Ibnu Khuzaemah, Abu Daud, dan an-Nasai)

✅ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ ,لَهُ الْمُلْكُ

 وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْـيِىْ وَيُمِــيْتُ وَهُـوَ عَلَى كُلِّ شَـيْئٍ قَـدِيْرٌ

“Tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) melainkan hanya Alloh, Yang Mahaesa. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dialah yang menghidupkan (orang yang sudah mati atau memberi ruh janin yang akan dilahirkan) dan yang mematikan. Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu” (Khusus ini dibaca 10 x setiap ba’da maghrib dan Subuh) (HR. Ahmad,Tirmidzi).

✅ اَللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ وَشُـكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

“Ya Alloh, tolonglah aku untuk berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, serta beribadah dengan baik kepada-Mu” (HR. Abu Daud, an-Nasai,Ahmad,al-Hakim)

✅ سُبْحَانَ اللهِ (33) اَلْحَمْدُللهِ (33) اَللهُ أَكْبَرُ (33

“Mahasuci Alloh (33 x). Segala puji bagi Alloh (33 x).Alloh Mahabesar (33 x)

✅ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَّ شَرِيْكَ لَهُ ,لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

“Tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) melainkan hanya Alloh, Yang Mahaesa, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kerajaan, bagi-Nya segala pujian. Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu”. (HR. Muslim, Ahmad, Ibnu Khuzaemah,al-baihaqi)

✅ سُوْرَةُ الْإِخْلَاصِ

Lalu membaca surat: al-Ikhlas “QulhuwAllohu ahad…”.(HR. Abu Daud, an-Nasai, Ibnu Khuzaemah, Tirmidzi)

✅ سُوْرَةُ الْفَلَقِ

Lalu membaca surat: al-falaq “Qul a’uudzu birobbil falaq…”.(HR. Abu Daud, an-Nasai, Ibnu Khuzaemah, Tirmidzi)

✅ سُوْرَةُ النَّاسِ

Lalu membaca surat : an-Naas “Qul a’uudzu birobbin naas…”.(HR. Abu Daud, an-Nasai, Ibnu Khuzaemah, Tirmidzi)

✅ أَيَةُ الْكُرْسِيْ

Lalu membaca ayat : Kursi “Allohu laa ilaaha illa huwal hayyul qoyyuum…”.(HR. an-Nasai, Ibnu Sunni)
✅ اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْـأَلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

“Ya Alloh, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal dan amal yang diterima” (Khusus dibaca ba’da sholat shubuh) (HR. Ibnu Majah, Ibnu Sunni)


Baca Juga Artikel Terkait :
Hindarilah Berhutang Sekuat Tenagamu karena HUTANG DAPAT MENGHALANGIMU MASUK SURGA


BEBERAPA KEBIASAAN YANG PERLU DIHINDARI BERKAITAN DENGAN DZIKIR SESUDAH SHOLAT:

Beberapa hal yang biasa dilakukan oleh banyak orang setelah sholat fardhu (wajib) yang lima waktu tapi tidak ada contoh dan dalil dari Rosululloh  dan para sahabatnya.

Diantara kebiasaan yang salah tersebut ialah:

⛔ 1. Mengusapkan kedua tangan ke wajah/muka sesudah salam, karena kebiasaan ini sama sekali tidak berdasar pada dalil yang shohih.

⛔ 2. Berdo’a dan berdzikir secara berjamaah yang dipimpin oleh imam sholat.

⛔ 3. Berdzikir dengan bacaan yang tidak ada nash/dalilnya, baik lafazh maupun bilangannya, atau berdzikir dengan dasar hadits yang dha’if(lemah) atau maudhu’ (palsu).

Contoh:

➡ 1. Sesudah sholat membaca: “Alhamdulillaah”

➡ 2. Membaca surat al-Faatihah setelah salam.

➡ 3. Membaca beberapa ayat terakhir surat al-Hasyr dan lainnya.

➡ 4. Menghitung dzikir dengan memakai biji-bijian tasbih atau yang serupa dengannya. Tidak ada satupun hadits yang shahih tentang menghitung dzikir dengan biji-bijian tasbih, bahkan sebagiannya maudhu’ (palsu). Syaikh al-Albani mengatakan: “Berdzikir dengan biji-bijian tasbih adalah bid’ah.”


BACA JUGA ARTIKEL TERKAIT TENTANG : RINTIHAN NABI MUHAMMAD SAW TENTANG AKHIR ZAMAN


🚫 Syaikh Bakr Abu Zaid mengatakan bahwa berdzikir dengan menggunakan biji-bijian tasbih menyerupai orang-orang Yahudi, Nasrani, Budha, dan perbuatan ini adalah bid’ah. Yang disunnahkan dalam berdzikir adalah dengan menggunakan jari-jari tangan:

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: رَأَيْتُ رَسُوْلُ اللهِ يَعْقِدُ التَّسْبِيْحَ بِيَمِيْنِهِ

“Dari Abdullah bin ‘Amr, ia berkata: “Aku melihat Rasulullah  menghitung bacaan tasbih (dengan jari-jari) tangan kanannya.” (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi)

✳ Bahkan, Nabi memerintahkan para sahabat menghitung; Subhaanallaah, alhamdulillah, dan mensucikan Allah dengan jari-jari, karena jari-jari akan ditanya dan diminta untuk berbicara (pada hari kiamat) (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi)

➡ 5. Berdzikir dengan suara keras, karena bertentangan dengan dalil-dalil al-Qur’an yang menyuruh kita untuk berdzikir dengan suara pelan. Firman Allah dalam Qs. Al A’raaf Ayat 55;

ادْعُواْ رَبَّكُمْ تَضَرُّعاً وَخُفْيَةً إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُعْتَدِي

“Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” [Qs. Al-A’raaf 55]

Dan Qs. Al A’raaf Ayat 205

وَاذْكُر رَّبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعاً وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالآصَالِ

 وَلاَ تَكُن مِّنَ الْغَافِلِي

“Dan sebutlah (nama) Tuhannmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” [Qs. Al-A’raaf 205]

Nabi  melarang berdzikir dengan suara keras sebagaimana diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari, Imam Muslim dan lain-lain. Imam Syafi’i menganjurkan agar imam atau makmum tidak mengeraskan bacaan dzikir.

➡ 6. Bersalam-salaman/berjabatan tangan antar jamaah sesudah salam, sebelum dzikir. Tidak ada contoh dari Nabi dan para sahabatnya yang bersalam-salaman sesudah salam dalam shalat. Bersalaman yang dicontohkan adalah pada saat awal bertemu dan saat akan berpisah. Selain itu kebiasaan bersalam-salaman sesudah salam akan mengganggu kekhusu’an dzikir yang disyari’atkan untuk dilaksanakan tanpa ada jeda waktu sesudah salam. Apalagi dzikir sesudah sholat fardhu memiliki keutamaan yang tinggi.

Semoga kita bisa mengambil pelajaran yang terbaik dari ajaran Islam yang hanif ini. Wallohu a’lam bis shawab.

MARI BERBAGI PAHALA DENGAN MENG-SHARE POSTINGAN DI BLOG KAMI INI DAN SEMOGA KITA SEMUA MENDAPATKAN PAHALA YANG SAMA, INSHAALLAH,

... AAMIIN ...

Mohon Di Share Sebanyak Banyak agar saudara kita yang lain juga mendapatkan hikmah dari postingan ini, INSHAALLAH...


Di Salin dari Buku Dzikir Pagi dan Petang
Oleh : Ust. Yazid bin Abdul Qodir Jawas