ALIH BAHASA/TRANSLATE

Sabtu, 08 Februari 2020

CARA SEHAT RASULULLAH YANG HARUS DIIKUTI

loading...


CARA SEHAT RASULULLAH YANG WAJIB KITA IKUTI

Berikut adalah 15 cara Rasulullah dalam menjalankan hidup sehat

1. Makan Sebelum Lapar dan Berhenti Sebelum Kenyang

“Kami adalah kaum yang tidak makan sebelum lapar dan bila kami makan tidak pernah kekenyangan”(HR Bukhari Musim).

Rasulullah menyampaikan bahwa hendaknya kita makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang bertujuan menghindarkan kita dari sakit lambung dan berhenti sebelum kenyang akan membuat kita tidak berlebihan dalam makan. Menghindari makan sebelum kenyang membuat kita jauh dari sakit pencernaan.

2. Makan Secukupnya, Tidak Berlebihan

Dari Aisyah RA, “Dahulu Rasulullah tidak pernah mengenyangkan perutnya dengan dua jenis makanan. Ketika sudah kenyang dengan roti, beliau tidak akan makan kurma, dan ketika sudah kenyang dengan kurma, beliau tidak akan makan roti.”

Makan secukupnya artinya Rasul memilih makan sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan. Perintah ini mengartikan bahwa kita harus menakar kebutuhan makan kita agar tidak terjadi penumpukan, tidak habis saat makan, dan menjadi sumber penyakit jika makanan yang dimakan tidaklah sehat atau terlalu banyak.

3. Satu Per tiga isi dengan Makanan, Minuman, dan Udara

“Anak Adam tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih jelek dari perutnya. Cukuplah bagi mereka beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya. Kalau tidak ditemukan jalan lain, maka (ia dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk pernafasan” (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

Hadist ini menunjukkan bahwa hendaknya manusia benar-benar bisa mengisi perutnya dengan makanan, minuman, dan udara yang seimbang. Jika perut manusia penuh dengan makanan dan minuman semua, tentunya tidak ada ruang bernafas atau ruang udara dalam perut.

ARTIKEL TERKAIT :
TUNTUNAN TATA CARA "MANDI WAJIB" LANGSUNG DARI RASULULLAH SAW

4. Tidak Makan Makanan yang Haram

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala.”
(QS. Al Maidah: 3)

Tidak makan-makanan yang haram bukan hanya perilaku yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, melainkan telah menjadi ketetapan Allah yang tidak bisa berubah. Untuk itu, Allah memerintahkan manusia agar tidak makan dan minum sesuatu yang kharam. Alasan yang paling logis dan masuk akal adalah karena makanan haram memiliki kandungan yang tidak sehat dan membuat tubuh manusia menjadi rusak jika terus mengkonsumsi hal tersebut.

5. Tidak Meminum Khamr

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, yang adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaithan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaithan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kamu lantaran (meminum) khamr dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat, maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu)” (QS Al Maidah : 90
Khamr adalah minuman memabukkan dan dapat merusak otak manusia. dan akan mengganggu sistem tubuh manusia.

6. Berpuasa
“Berpuasalah kamu supaya sehat tubuhmu” (HR Bukhari)

Puasa sunnah Selain bepahala  juga merupakan proses detoks bagi kita. Dari proses tersebut maka akan keluar segala racun-racun dalam tubuh, timbunan lemak, dan juga zat-zat yang tidak sehat lainnya.

7. Tidak Tidur Setelah Ashar dan Sebelum Magrib
“Aku heran dengan orang yang terbaring dan tidur sesudah ‘Ashar.”

 “Barangsiapa yang tidur setelah ashar kemudian akalnya hilang, maka janganlah ia menyalahkan kecuali dirinya sendiri.”

ARTIKEL YANG PATUT KITA KETAHUI :
EMPAT KEBAHAGIAAN SESEORANG YANG HARUS DIKETAHUI SETIAP MUSLIM

8. Bangun dan Shalat di Sepertiga Malam
“Wahai orang yang berselimut, bangunlah untuk melakukan shalat di malam hari"

9. Olahraga dengan Berkuda, Memanah dan Berenang

“Ajarkan putera-puteramu berenang dan memanah”. (HR. Ath-Thahawi).
Bertujuan untuk mengeluarkan segala macam zat yang tidak dibutuhkan lewat olah raga

10. Tidur Miring ke Kanan

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka wudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bertujuan  dapat memperlancar kerja jantung dan hati. Proses metabolisme tubuh dan juga detoksifikasi saat tidur akan lebih mudah jika dilakukan dengan berbaring ke sisi kanan badan.

11. Tidak Tidur Tengkurap

Untuk menjaga gaya hidup sehat pula, Rasulullah tidak tidur dengan tengkurap karena tidur tengkurap dianggap seperti tidurnya setan dan membuat pernafasan tidaklah lancar. Padahal, tidur juga membutuhkan pernafasan yang baik serta proses metabolisme tubuh yang harus lancar.

12. Bersiwak atau Membersihkan Gigi

“Andaikan aku tidak memberatkan ummatku, niscaya aku akan menyuruh mereka bersiwak (menyikat gigi) setiap kali berwudhu.” (HR Bukhari dan Muslim)

13. Bersuci dari Hadast

 Dalam fiqih islam segala najis harus dihapuskan dengan cara berhadast dan tidak meninggalkan sedikipun najis dalam tubuh atau pakaian kita. Untuk itu selama shalat 5kali dalam sehari, maka kita diperintahkan untuk terus bersuci, berwudhu bahkan bertayamum jika tidak ada air.

14. Menjaga Kebersihan diri dan Lingkungan

15. Memotong kuku dan Bulu-Bulu atau Rambut di Bagian Tubuh

“Waktu untuk memotong kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak dan mencukur bulu kemaluan hendaknya tidak melebihi 40 hari.” (HR Muslim dan Tirmidzi)

Kamis, 06 Februari 2020

KEWAJIBAN MENCARI ILMU KEBAIKAN

loading...


Seorang Mukmin Harus Mencari Ilmu Kebaikan

عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : لَن يَشبَعَ المُؤمِنُ مِن خَيرٍ يَسمَعُهُ حَتَّى يَكُونَ مُنتَهَاهُ الجَنَّةُ

Dari abu Said al Khudri dari Rasulullah saw. Bersabda “ Orang yang beriman itu tidak pernah puas mendengarkan hal-hal yang baik sampai dia mencapai syurga”[Hr. At-Tirmidzi] dan dishahihkan Al-Hakim(4/129)

Pelajaran yang terdapat di dalam hadist:

1. Dalam hadits diatas di sebutkan bahwa seorang Mukmin harus mencari ilmu kebaikan, baik kebaikan untuk di dunia maupun di akhirat yang kelak bisa mengantarkannya menuju nikmat Allah yaitu Surga.

2. Mukmin yang mencari ilmu kebaikan harus berfikir secara Islami.

3. Agama Islam menganjurkan mempergunakan akal pikiran untuk menganalisa, meneliti semua makhluk dan alam benda ciptaan Allah ini, agar iman dan keyakinan semakin hidup dan semakin tinggi mutunya.

4. Manusia melihat semua alam ciptaan Allah Ta’ala yang ditangkap oleh penglihatan, dipikir di dalam alam pikirnya, dirasakan pertimbangannya dalam hati, sebagai anugerah Tuhan yang perlu dimanfaatkan sebagai ibadah.

5. Berfikir itu pelita yang hidup di dalam hati manusia. Ia merupakan jalannya perasaan yang dikirimkan melalui otak manusia untuk dilaksanakan oleh aggota badan dan panca indera. Hamba Allah yang suka berfikir, akan menghidupkan ruhaninya, menyegarkan otaknya, dan menyegarkan pelaksanaan ibadahnya.

6. Mukmin yang berfikir secara Islami pada umumnya akan mencari ilmu kebaikan. Sehingga dengan ilmu kebaikan itulah karakter atau akhlak seorang mukmin dapat terbentuk.

Tema hadits yang berkaitan dengan Al-Quran:

Merekalah orang-orang yang mendapat berita gembira dalam kehidupan dunia dan akhiratnya.

فَبَشِّرْ عِبَادِ الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ ۚ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ هَدَاهُمُ اللَّهُ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمْ أُولُو الْأَلْبَابِ

Oleh itu gembirakanlah hamba-hambaKu yang berusaha mendengar perkataan-perkataan yang sampai kepadanya lalu mereka memilih dan menurut akan yang sebaik-baiknya (pada segi hukum ugama); mereka itulah orang-orang yang diberi hidayah petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang berakal sempurna.
[Surat Az-Zumar :17- 18].

Senin, 03 Februari 2020

NIKMAT MUSIBAH BAGI SEORANG MUSLIM

loading...


NIKMAT MENDAPAT MUSIBAH

Saudara Saudariku seiman...
Mungkin sepintas jika Anda membaca judul diatas akan bertanya-tanya...

Bagaimana mungkin pada suatu musibah terdapat sebuah kenikmatan ?

»» Sungguh jika seseorang mengetahui hakikat apa yang terdapat dibalik musibah maka ia akan merasakan suatu kenikmatan tersendiri yang akan memunculkan kesabaran, kesyukuran bahkan keridhaan terhadap takdir Allah Azza wa Jalla.

Saudara Saudariku seiman...
Mari kita membaca sepintas penjelasan Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah :

" فمن تمام نعمة الله على عباده المؤمنين أن ينزل بهم الشدة والضر ما يلجئهم إلى توحيده فيدعونه مخلصين له الدين ويرجونه لا يرجون أحدا سواه، وتتعلق قلوبهم به لا بغيره ، فيحصل لهم من التوكل عليه والإنابة إليه، وحلاوة الإيمان وذوق طعمه، والبراءة من الشرك ما هو أعظم نعمة عليهم من زوال المرض والخوف، أو الجدب، أو حصول اليسر وزوال العسر في المعيشة، فإن ذلك لذات بدنية ونعم دنيوية قد يحصل للكافر منها أعظم مما يحصل للمؤمن. وأما ما يحصل لأهل التوحيد المخلصين لله الدين فأعظم من أن يعبر عن كنهه مقال، أو يستحضر تفصيله بال، ولكل مؤمن من ذلك نصيب بقدر إيمانه ".

»» Maka diantara kesempurnaan nikmat Allah terhadap hamba-Nya yang beriman adalah menurunkan kepada mereka musibah, bahaya dan perkara yang bisa menjadikan mereka bersandar untuk mentauhidkan-Nya, berdoa kepada-Nya dengan mengikhlaskan ibadah hanya kepada-Nya, menjadikan mereka mengharap hanya kepada-Nya dan tidak kepada selain-Nya, menjadikan hati mereka tergantung kepada-Nya, tidak kepada selain-Nya, maka merekapun merasakan ketawakkalan hanya kepada-Nya, taubat hanya kepada-Nya, serta manisnya keimanan, dan lezatnya rasanya, dan terlepasnya  dari kesyirikan yang merupakan kenikmatan bagi meraka yang lebih besar dari sekedar hilangnya penyakit, rasa khawatir, dan mendapatkan kemudahan serta hilangnya kesulitan dalam mata pencarian, maka sungguh perkara ini merupakan kelezatan badan dan kenikmatan dunia semata yang kadang juga dirasakan oleh orang kafir, adapun yang didapatkan ahli tauhid yang mengikhlaskan ibadah kepada Allah maka itu lebih agung daripada yang bisa terucapkan oleh ucapan, atau yang dijelaskan rinciannya, dan setiap orang beriman akan mendapatkan bagian dari kenikmatan tersebut sesuai kadar keimanannya.

Majmu' Al Fatawa (10/333).

Maka janganlah engkau pernah bersedih dengan musibah dan kepedihan yang engkau hadapi wahai kawan.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :

ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻬِﻨُﻮﺍ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺤْﺰَﻧُﻮﺍ ﻭَﺃَﻧﺘُﻢُ ﺍﻟْﺄَﻋْﻠَﻮْﻥَ ﺇِﻥ ﻛُﻨﺘُﻢ ﻣُّﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ

"Dan janganlah kalian merasa rendah dan janganlah bersedih, karena kalian adalah yang tertinggi jika kalian beriman."
QS. Ali 'Imran: 138.

Oleh : Ustadz Fauzan Abu Muhammad Al Kutawy Hafizhahullah